Menguak Cerita Lukisan Wanita Menyeramkan di Hotel Tugu Malang

c

Bagi yang pernah menginap atau setidaknya masuk dan berkunjung ke Hotel Tugu Malang, di Kota Malang, Jawa Timur, pastinya pernah melihat ada satu lukisan kuno yang jika diperhatikan terlihat cukup menyeramkan.

Lukisan yang menampilkan seorang wanita yang mengenakan pakaian panjang berwarna putih dengan rambut yang hampir menyentuh lantai berdiri membelakangi sebuah cermin, konon menurut cerita banyak orang, memiliki hawa mistis.

Sayangnya, tidak banyak orang yang tahu apakah wanita dalam lukisan tersebut hanya imajinasi sang pelukis ataukah benar-benar nyata (orangnya). Usut punya usut, ternyata wanita tersebut nyata dan pernah hidup di Indonesia. Dia bernama Oei Hui Lan, seorang putri dari pria terkaya di Indonesia bahkan di Asia Tenggara pada abad ke-19, yaitu Oei Tiong Ham.

[Image Source via dahsyat.net]
[Image Source via dahsyat.net]

Oei Hui Lan adalah anak kedua dari istri Oei Tiong Ham yang resmi, Goei Bing Nio, yang lahir di Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 21 Desember 1889. Dia memiliki wajah yang cukup lumayan dan bergelimang harta walaupun itu milik sang ayah.

Oei Hui Lan tinggal di sebuah rumah bak istana bergaya arsitektur gabungan antara Eropa dan Cina yang memiliki luas mencapai 9,2 hektar dengan 200 ruangan, dapur, villa pribadi, kebun binatang dan 2 paviliun di dalamnya.

Di tahun itu, Oei Hui Lan mendapatkan segala yang diimpikan banyak orang, mulai dari perhiasan, mobil sampai dengan mengunjungi banyak tempat di seluruh dunia. Selain kaya dan rupawan, Oei Hui Lan juga mempunyai otak cerdas dan sering kali diajak ayahnya untuk berdagang ke Cina, Amerika Serikat dan Eropa.

Ketika usianya sudah cukup matang, dia menikahi seorang duta besar Cina yang memiliki kedekatan dengan Ratu Victoria serta beberapa keluarga kerajaan di Eropa lainnya sekaligus salah seorang tokoh revolusi di Cina kala itu, bernama Wellington Koo.

[Image Source via sherlockfrog.files.wordpress.com]
[Image Source via sherlockfrog.files.wordpress.com]
Sayangnya, setelah 5 tahun menikah dengan Wellington Koo, sang ayah meninggal dunia karena serangan jantung dan Oei Hui Lan pindah ke Singapura bersama salah satu gundik kesayangan Oei Tiong Ham karena besarnya pajak yang harus dibayarkan ke Pemerintah Hindia Belanda.

Setelah Oei Tiong Ham meninggal, harta kekayaannya menjadi rebutan antara para gundik dan anak-anaknya. Walaupun Oei Hui Lan juga mendapatkan ‘jatah’ dari kekayaan ayahnya dan ditambah dengan apa yang dimiliki sang suami, namun dia nampak tidak bahagia. Dengan hidupnya yang dikungkun kemewahan itu, dia merasa kesepian dan sendiri.

Oei Hui Lan meninggal dunia pada tahun 1992 di usianya yang ke-93. Namun, sebelum dia meninggal, Oei Hui Lan sempat menulis sekaligus menerbitkan sebuah buku berjudul “No Feast last Forever” atau “Tidak ada pesta yang tak berakhir.” Buku tersebut menceritakan kisah hidupnya yang dipenuhi dengan gelimang harta. Akan tetapi, intisari buku tersebut lebih condong menjelaskan tentang arti kehidupan, yaitu harta tidak dapat membeli kebahagiaan.

[Image Source via slaras.id]
[Image Source via slaras.id]
Selain buku tersebut, salah satu peninggalan lainnya adalah lukisan yang disimpan di Hotel Tugu Malang itu. Sebenarnya, lukisan tersebut seperti halnya lukisan lain pada umumnya. Dikatakan menyeramkan dan memiliki hawa mistis karena mata Oei Hui Lan dalam lukisan tersebut terlihat sedang menatap tajam ke siapa saja yang melihatnya.

Bahkan, tidak sedikit cerita-cerita berbau horor bermunculan terkait dengan lukisan itu, ada yang mengatakan bahwa sosok Oei Hui Lan yang terpantul di cermin itu dapat menoleh sampai dengan mengaku pernah didatangi oleh Oei Hui Lan dalam mimpi ketika melihat lukisan tersebut. Benar atau tidaknya, Anda sendiri yang dapat menyimpulkan dan membuktikannya.

2 Pings & Trackbacks

  1. Pingback:

  2. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *