Ini 5 Mitos Soal Luar Angkasa yang Masih Saja Kamu Percaya

Matahari

Sebagai orang awam, kita mendapatkan informasi mengenai dunia luar angkasa dari berbagai film yang ditonton. Sebut saja Star Wars, Star Trek, Gravity dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebagai penonton, terkadang kita menelan informasi secara langsung tanpa menyaringnya ataupun mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Oleh karena itulah terkadang kita mendapatkan informasi-informasi yang kurang benar mengenai luar angkasa.

Tanpa kita sadari ternyata dari berbagai film bertema luar angkasa yang ditonton, banyak sekali mitos-mitos yang kurang benar. Dan bahkan sampai sekarang ini kita masih percaya dengan mitos luar angkasa yang sudah terlanjur beredar. Apa saja ya kira-kira mitos mengenai luar angkasa yang sampai sekarang masih Anda percaya? Nah, berikut ini mitos-mitos mengenai luar angkasa yang harus berhenti kamu percaya.

1. Matahari Adalah Bola Api

Jika selama ini kamu percaya bahwa matahari terbuat dari bola api, hal ini ternyata salah besar. Matahari ini merupakan bintang yang bersinar dan benda yang sangat panas dari gas yang bercahaya. Panas dari matahari ini dihasilkan dari reaksi nuklir kimia dan bukan dari bola api yang besar seperti yang kita percaya selama ini.

Matahari [Image Source]
Matahari [Image Source]
Dan tak bisa dipungkiri panas matahari inilah yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan manusia sampai detik ini juga. Ternyata, apa yang selama ini kita anggap benar belum tentu benar ya. Oleh sebab itulah kita harus mencari tahu kebenarannya daripada langsung mempercayainya. Seperti halnya matahari ini.

2. Kamu Bisa Melihat Tembok Besar China dari Luar Angkasa

Mitos satu ini sangat populer sekali dan kamu mungkin mendengarnya dari film, buku, ataupun juga informasi dari orang terdekat. Meskipun informasi ini sudah sangat populer dan banyak orang yang tahu ternyata ini cuma mitos semata dan tidak terbukti kebenarannya.

Tembok Besar China [Image Source]
Tembok Besar China [Image Source]
Kebenarannya adalah kamu tidak akan bisa melihat Tembok Besar China dengan mata terlanjang ataupun dari orbit yang rendah. Jadi lain kali jika ada teman kamu yang memberikan informasi ini, sanggah dengan alasan yang tepat dan katakan ini merupakan hal yang tidak mungkin. Alasan terbesarnya adalah karena bahan yang dipergunakan untuk membuat Tembok Besar China ini memiliki warna yang sama dengan daerah di sekelilingnya.

3. Meledak di Luar Angkasa Tanpa Menggunakan Spacesuit

Mitos yang berkembang di masyarakat lainnya adalah seseorang bisa meledak di luar angkasa tanpa mengenakan spacesuit atau pakaian astronot. Mitos ini diciptkan oleh berbagai film Hollywood. Banyak film Hollywood yang mempertontonkan para angkasawan ataupun astronot yang tiba-tiba saja meledak karena tidak mengenakan baju khusunya.

Astronot [Image Source]
Astronot [Image Source]
Ternyata apa yang selama ini kita lihat di televisi salah kaprah. Terpapar langsung dengan luar angkasa bisa membunuh kita bukan karena meledak dikarenakan tidak adanya oksigen untuk pernafasan. Jadi seseorang bisa mati lemas saat di luar angaksa tanpa menggunakan spacesuits karena kurang oksigen bukan meledak.

4. Bumi Itu Bulat

Bumi bulat, banyak sekali orang percaya dengan mitos satu ini. Bahkan, banyak pelajaran di sekolahan yang mengajarkan tentang hal ini. Bahkan, mitos satu ini mengalahkan anggapan bahwa bumi itu datar. Ternyata, mitos yang sangat populer sekali di masyarakat ini tidak benar sama sekali.

Bumi [Image Source]
Bumi [Image Source]
Bukan bulat, namun berbentuk seperti buah pir, telur, ataupun juga balon. Bagian-bagian bumi ada yang menonjol dan ada juga yang menjorok ke dalam. Jadi jika selama ini kamu masih percaya bahwa bumi ini bulat atau bahkan datar, buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

5. Matahari Berwarna Kuning

Saat kecil kita sering menggambar matahari dan mewarnainya dengan menggunakan warna kuning. Dan kita percaya bahwa matahari memiliki warna kuning. Padahal warna sesungguhnya matahari bukanlah kuning melainkan putih. Kenapa hal ini terjadi?

Matahari bersinar [Image Source]
Matahari bersinar [Image Source]
Jawabannya cukup simple, atmosfer bumi membelokkan cahaya matahari dengan menggunakan efek hamburan Rayleigh. Hal inilah yang juga membuat langit memiliki warna biru pada siang hari dan kemerah-merahan saat matahari tengggelam.

Itulah fakta-fakta yang sebenarnya dari yang selama ini kamu percaya dengan polosnya. Jadi jangan langsung mempercayai yang sesuatu jika belum jelas kebenarannya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *