Meski Bergaji Besar, Ini Suka Duka Pegawai Tambang yang Belum Kamu Tahu

Bagi kebanyakan orang awam, bekerja di pengeboran minyak sampai dengan pertambangan pastinya mendapatkan gaji besar. Memang benar, sih, akan tetapi gaji yang besar tersebut juga diimbangi dengan risiko yang tak kalah besar pula.

Khususnya bagi para pekerja tambang, pekerjaan sehari-hari yang mereka lakoni tentunya berbeda dengan para pekerja di pengeboran minyak lepas pantai atau bahkan pekerja di bidang lainnya. Banyak suka duka yang mereka dapatkan saat harus menggali, mengeruk sampai dengan melubangi permukaan hingga ke dasar bumi.

Nah, ingin tahu apa saja sih suka duka dari para pekerja tambang? Yuk, ikuti beberapa pengalaman langsung dari mereka yang bekerja di tempat tersebut.

1. Capek, Panas dan Kotor

Tentunya segala hal yang berhubungan dengan pengeboran atau pertambangan adalah rasa capek, penat, lelah dan juga kotor. Selain itu, mereka yang bekerja di pertambangan harus menahan rasa panas di sekitar mereka karena udara yang pengap serta hawa panas yang keluar dari mesin.

[Image source Huffingtonpost.com]
[Image source Huffingtonpost.com]
Tanpa mempedulikan seberapa capek, panas dan kotor yang dialami atau didapatkan, mereka harus tetap bekerja untuk mendapatkan hasil tambang, seperti salah satunya adalah batu bara dengan cepat agar sesegera mungkin dapat dikirimkan ke beberapa pabrik pengolahan.

2. Tidak dapat berkumpul dengan keluarga

Yang pasti ketika bekerja di pertambangan yang notabene berada di tempat khusus dan jauh dari mana-mana, seorang pekerja tambang harus rela berpisah jauh puluhan atau bahkan ribuan kilometer dari keluarga. Bahkan, ada pula yang masih harus tetap bekerja ketika musim liburan yang dinikmati sebagian besar pekerja kantoran tiba.

[Image source Hcn.org]
[Image source Hcn.org]
Rata-rata dari mereka, para pekerja tambang ini, hanya dapat bersua dengan keluarga melalui perangkat elektronik yang mereka miliki dan berjumpa di dunia maya. Tidak hanya itu saja, waktu untuk berjumpa keluarga via jaringan online tersebut sangat terbatas karena mereka juga masih harus beristirahat cukup agar dapat bekerja di keesokan harinya.

3. Risiko berbahaya 

Selain rasa capek, kotor dan panas, risiko bahaya juga sewaktu-waktu dapat menyerang mereka. Salah satu contoh paling baru adalah seperti yang pernah terjadi di salah satu di negara Eropa beberapa bulan lalu. Para pekerja tambang tidak dapat keluar karena akses keluar masuk dari lorong tambang longsor dan membuat mereka terjebak di dalam selama beberapa hari.

[Image source Illawarramercury.com.au]
[Image source Illawarramercury.com.au]
Selain risiko yang disebabkan masalah alam, risiko lain yang tak kalah menyeramkan adalah karena faktor kecelakaan kerja akibat mesin atau peralatan tambang yang digunakan. Tidak sedikit dari para pekerja tersebut menjadi cacat atau bahkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja karena terkena mesin yang mereka operasikan atau gunakan.

4. Kekerabatan

Walaupun harus menjumpai risiko bahaya dan rasa capek juga panas setiap harinya, akan tetapi dilihat dari sisi kekerabatan, mereka para pekerja tambang mendapatkan banyak teman atau juga keluarga baru yang senantiasa bersama-sama dalam suka atau duka.

[Image source Dawn.com]
[Image source Dawn.com]
Terkadang, ada waktu-waktu khusus bagi mereka untuk bersantai dan bersenda gurau atau bahkan pergi berlibur sejenak untuk melepaskan ketegangan selama bekerja di pertambangan. Walaupun hanya sebentar, setidaknya hal tersebut dapat mengobati kerinduan akan menjadi ‘manusia bebas’ sekali lagi.

5. Gaji besar

Sudah barang tentu bagi mereka yang bekerja di pertambangan akan mendapatkan gaji cukup besar karena risiko yang mereka tanggung juga besar. Rata-rata para pekerja tersebut akan mendapatkan gaji sekitar Rp 12 jutaan ke atas per bulannya atau bahkan lebih, tergantung dari perusahaan, lokasi, jenis material pertambangan yang harus diperoleh sampai dengan jabatan yang dimiliki.

[Image source Federaldisability.com]
[Image source Federaldisability.com]
Banyak di antara mereka yang bekerja di pertambangan dan mampu mengelola keuangannya secara sistematis dan terukur, ketika pulang akan dapat memperoleh materi yang berlebih, seperti dapat memiliki rumah beserta seluruh isi perabotannya sendiri atau juga dapat menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi.

Memang segala pekerjaan memiliki risiko masing-masing dan hal tersebut juga terjadi atau dialami oleh para pekerja tambang di seluruh dunia. Namun, dari segala risiko yang mengancam tersebut, keuntungan pribadi yang didapatkan juga cukup membuat orang lain terperangah. Berminat menjadi seorang pekerja tambang?

6 Comments

Leave a Reply
  1. saya kerja di tambang 10 thn ga bisa dpt kehidupan yg baik ( jauh dr keluarga, makan tidak teratur, istirahat kurang )… begitu saya putuskan untuk berhenti dr pekerja tambang ( jabatan terkhir saya deputy project manager dan memiliki gaji 32jt/bln ) dan memutuskan usaha sendiri saya br bisa punya kehidupan yg lebih baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *