5 Kebudayaan Tengger yang Menarik dan Kaya Kearifan Lokal

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan gunung Bromo. Gunung yang terkenal dengan keindahan alamnya tersebut sudah menjadi terfavorit para pendaki, bahkan dari mancanegara. Mengerti tentang Bromo, apakah Anda juga paham tentang Suku Tengger?

Suku Tengger adalah salah satu suku yang mendiami lereng gunung Bromo. Masyarakat tersebut dikenal dengan  budaya dan adat istiadatnya yang masih terjaga hingga kini. Untuk lebih mengenal Tengger, berikut adalah penjabaran kebudayaannya.

Bahasa Suku Tengger

Bahasa yang digunakan masyarakat Tengger adalah bahasa Jawa kuno. Mereka menggunakan dua tingkatan bahasa yaitu ngoko, atau bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan lawan bicara sebaya.

0[ Image Source ]

Dan yang kedua adalah bahasa Krama, yaitu bahasa Jawa yang digunakan untuk percakapan dengan orang yang lebih tua. Dalam masyarakat Tengger, tidak ada yang namanya perbedaan kasta. Mereka semua berkedudukan sama.

Hubungan Antar Manusia

Masyarakat Tengger selalu tunduk dengan ajaran panca setya. Yaitu, setya budaya, atau bisa diartikan taat, tekun, dan mandiri. Setya wacana, maksudnya setia pada ucapan. Setya semya artinya setia pada janji. Setya laksana artinya patuh, tuhu, taat serta  setya mitra artinya setia kawan.

0[ Image Source ]

Tentu saja ajaran tentang kesetiaan itu sangat berpengaruh pada masyarakat Tengger. Hal tersebut tampak dari ketaatan dan sikap gotong royong serta tanggung jawab pada sesamanya.

Sikap dan Perilaku

Masyarakat Tengger selalu mengembangkan pandangan hidup, atau disebut dengan watak: Prasaja berarti jujur, tidak dibuat-buat apa adanya. Prayoga berarti senantiasa bersikap bijaksana. Pranata berarti senantiasa patuh pada raja, berarti pimpinan atau pemerintah. Prasetya berarti setia. Prayitna berarti waspada.

0[ Image Source ]

Berdasar dari lima pandangan hidup tersebut, masyarakat Tengger mengembangkan kepribadian sesuai kondisi tertentu. Tentu saja sikap tersebut tidak hanya dikembangkan, melainkan juga diwujudkan.

Pertunangan dan Perkawinan

Masyarakat Tengger pada umumnya bermoral soal perkawinan. Pada masyarakat Tengger bisa dibilang tidak ada kasus poligami atau perceraian. Perkawinan di bawah umur juga sangat jarang terjadi.

0[ Image Source ]

Adat yang berkembang pada suku Tengger, lamaran dilakukan oleh orang tua pria. Hal itu dilakukan setelah pertemuan antara kedua calon. Tentu saja prosesi baru terjadi setelah kedua belah pihak. Tidak ada paksaan yang terjadi. Semua atas dasar rasa senang masing-masing.

Upacara Keagamaan Masyarakat

Hari raya terbesar suku Tengger adalah upacara Karo. Sepertihalnya umat islam menyambut idul fitri, masyarakat Tengger juga menyambut upacara Karo dengan suka cita. Mereka mengenakan pakaian baru.

0[ Image Source ]

Makanan dan minuman juga melimpah pada saat itu. Mereka saling silahturahmi pada tetangga atau sanak saudara. Saat berkunjung, tamu juga diharuskan menikmati hidangan dari tuan rumah.

Nah, lima kebiasaan tersebut adalah kebudayaan masyarakat suku Tengger yang masih terlaksana hingga saat ini. Anda yang sering mendaki gunung Bromo mungkin sering bertemu dengan masyarakatnya. Sesekali, sepertinya Anda juga harus menyaksikan budaya Tengger yang jati dirinya masih begitu kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *