5 Banjir Di Jakarta Paling Ngeri Sepanjang Masa

Banjir memang sudah jadi bencana langganan yang selalu menimpa Jakarta. Tiap musim penghujan datang, warga kota metropolitan ini pasti merasa was-was. Barangkali inilah sebab sebagian besar warga Jakarta memiliki rumah bertingkat.

Sepanjang sejarah banjir di Jakarta, ada beberapa yang masuk jajaran banjir paling mengerikan. Dan lima banjir ini adalah yang paling ngeri di Jakarta.

Banjir di Tahun 1918

Pada tahun 1918, Jakarta dilanda banjir hingga melumpuhkan Batavia. Seorang Gubernur Jenderal Batavia menunjuk arsitek dalam rangka menangani banjir ini. Banjir waktu itu bahkan sampai merendam pemukiman warga berkat luapan air sungai Ciliwung, Cisade, Angke dan Bekasi.

0[ Image Source ]

Akibat banjir tersebut, tentu saja sarana transportasi termasuk lintasan trem terendam air. Pemerintah sediakan dua lokomotif cadangan untuk membantu trem-trem yang mogok. Banjir saat itu menjadi terparah di Jakarta.

Banjir Di Tahun 1979

Banjir dasyat kembali terjadi di Jakarta di tahun 1979. Pada masa pemerintahan Gubernur Tjokropranolo ini, diperkirakan banjir menggenangi pemukiman hingga 1.100 hektare. Banjir besar tersebut rupanya selain disebabkan hujan lokal, juka karena banjir kiriman.

0[ Image Source ]

Sebelumnya, Jakarta memang mengalami banjir. Namun di tahun 1979 adalah bencana banjir yang sangat parah, dengan jangkauan air yang jauh lebih luas.

Banjir Di Tahun 1996

Pada tahun 1996, Jakarta dilanda banjir yang merendam pemukiman hingga setinggi 7 meter. Berawal dari hujan lebat selama tiga hari dengan curah hujan yang berada di atas normal. Banjir ini bahkan menghanyutkan 529 rumah.

0[ Image Source ]

Sedangkan 398 lainnya rusak. Korban meninggal diperkirakan sekitar 20 jiwa. Sementara pengungsi hingga 30.000 jiwa. Diperkirakan kerugian atas banjir ini mencapai USD 435 juta.

Banjir di Tahun 2007

Banjir di masa pemerintahan Gubernur Sutiyoso ini merupakan salah satu yang terparah. Luasnya kota Jakarta, 60 persennya terendam banjir dengan kedalaman 5 meter di beberapa tempat.

0[ Image Source ]

Hal ini disebabkan oleh hujan lebat yang berlangsung sejak sore hingga esok harinya. Banjir tahun 2007 ini lebih luas dari banjir sebelumnya. Setidaknya, 80 orang dinyatakan tewas selama 10 hari akibat terseret arus, tersengat listrik ataupun sakit.

Banjir Di Tahun 2013

Pada Februari 2013 lalu, banjir besar kembali mendatangi Jakarta. Sekitar 20 orang korban meninggal dalam bencana besar itu. Sementara 33.500 korban lainnya menghuni pengungsian. Musibah ini terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Joko Widodo.

0[Image Source ]

Saat itu banjir berhasil melumpuhkan pusat kota. Diperkirakan kerugian atas bencana ini mencapai Rp. 20 triliun. Sementara itu, Sofian Wanandi, seorang pengusaha mengklaim terjadinya kerugian ekonomi lebih dari 1 triliun.

Barangkali banjir memang selalu terjadi tiap tahunnya di ibu kota. Kita semua tahu hal ini bukan semata-mata karena alam, sistem drainase yang buruk juga mempengaruhi. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *