Jika Bumi Hancur, 5 Planet Ini Mungkin Bisa Kamu Tinggali

Bagi semua umat manusia selama ini hanya ada satu planet yang dapat mendukung kehidupan dan itu tidak lain adalah planet Bumi yang kita tinggali sekarang. Tapi belajar dari pengalaman pernah ada sebuah kehidupan yang kemudian punah lantaran proses alam baik itu gempa bumi atau tumbukan meteor yang menghantam bumi.

Dari sana kemudian manusia modern selama puluhan tahun terus mengembangkan pengetahuan mereka untuk mempelajari alam semesta hingga akhirnya terbesit untuk mencari planet-planet lain di luar Galaksi Bima Sakti yang diperkirakan bisa mendukung sebuah kehidupan. Planet-planet yang berada di luar tata surya kita sering disebut dengan exoplanet, beberapa dalam posisi yang layak huni seperti Bumi dan terus dipelajari oleh ilmuan apakah suatu saat nanti manusia bisa bermigrasi dan tinggal di dalamnya. Berikut hitung mundur 5 planet yang mungkin bisa manusia tinggali jika suatu saat Bumi hancur.

Gliese 832 c

Di urutan nomor lima ada Gliese 832 c sebuah exoplanet yang berjaak paling dekat dengan Bumi diurutan kedua dengan 16 tahun cahaya di bawah Kapteyn b yang berjarak hanya 13 tahun cahaya. Planet ini mengorbit bintang kerdil merah yang bernama Gliese 832. Ukuran massa planet ini lebih besar 5,4 kali ukuran planet tempat kita tinggal.

Lintasan orbit Gliese 832 c disebut-sebut berada dalam posisi yang layak huni atau mempu mendukung kehidupan, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Hanya saja planet ini mengorbit sangat cepat pada bintang induknya yaitu sekitar 36 hari saja. Jarak antara planet dan bintang induk juga sangat dekat meski demikian planet ini tidak kepanasan lantara bintang yang menjadi pusat tata surya tersebut tidak sepanas matahari. Namun ada pula yang menyebut jika sebagian besar permukaan Gliese 832c adalah permukaan padat yang memngkinkan planet ini menyerap banyak energi yang berujung pada tingginya suhu di permukaan layaknya planet Venus.

Kepler-62 e

Kepler-62 e adalah exoplanet berikutnya yang diperkirakan mampu menopang kehidupan karena letak orbitnya berada di zona layak huni. Planet ini mengorbit pada Kepler-62 atau mataharinya konstelasi Lyra dimana planet tersebut berada. Kepler-62 yang menjadi pusat tata surya mempunyai ukuran yang lebih kecil dan bersuhu lebih dingin dibanding matahari.

Kepler-62 e punya ukuran 1,6 kali lebih besar dibanding Bumi dengan waktu evolusi terhadap bintang induknya sekitar 122 hari. Syarat-syarat sebuah planet yang bisa menopang kehidupan telah dimiliki oleh planet ini. Hanya saja untuk membuktikan bahwa manusia bisa hidup di dalamnya, mereka butuh melakukan perjalanan antar galaksi selama 1.200 tahun cahaya.

Gliese 667C c

Berjarak 23 tahun cahaya dari Bumi, Gliese 667C c disebut-sebut emmenuhi syarat sebagai planet yang bisa ditinggali manusia. Planet tersebut berada di konstelasi Scorpius dan ditemukan pertama kali oleh astronom Amerika dan Eropa. Jarak planet dengan bintang indaknya hanya setengah dari Merkurius menuju matahari.

Meskipun demikian planet ini tidak serta merta terbakar karena bintang induk yang menjadi pusat hanyalah bintang kerdil yang lebih kecil dari matahari sehingga posisi planet ini cukup aman dari terpaan panas bintangnya. Satu-satunya masalah adalah bahwa Gliese 667C c tidak berputar pada porosnya seperti bumi. Jadi ada satu bagian dari planet ini yang selalu menghadap ke bintang induk sedangkan sisi lainnya tidak pernah menghadap ke bintang induk. Artinya satu sisi planet ini sangat panas sedangkan sisi lainnya akan membeku.

Kepler 452 b

Kepler 452 b adalah exoplanet yang baru ditemukan dan sejauh ini dianggap paling mirip dengan Bumi. Sebab Kepler 452 b mempunyai ukuran yang hampir sama dengan Bumi atau sekitar 1,6 kali lebih besar dan orbitnya pun hampir sama sekitar 385 hari unutk sekali berevolusi terhadap bintang yang menjadi matahari di tata surya tersebut.

Para astronom menyebut Kepler 452 b adalah kakak sepupu Bumi atau Bumi 2. Bintang yang menjadi pusat tata surya berumur lebih tua 1,5 miliar tahun ketimbang matahari. Dari cahaya yang dipancarakan bintangnya, planet ini mendapatkan sekitar 10% energi lebih banyak dari pada Bumi. Hanya ada satu tantangan yang dihadapi para ilmuwan untuk mengungkap apakah Kepler 452 b memang benar-benar layak huni yaitu jarak yang memisahkan antara keduanya. Planet ini berada 1.400 tahun cahaya dari planet tempat manusia tinggal.

Kepler 438 b

Exoplanet yang dianggap paling memungkinkan untuk ditinggali makhluk hidup selain Bumi adalah Kepler 438 b. Planet ini berjarak sekitar 479 tahun cahaya dengan ukuran 1,2 kali lebih besar dari planet tempat tinggal manusia. Permukaan planet ini diperkirakan lebih panas 40% ketimbang panas matahari yang diterima oleh Bumi.

Mungkin sebagian besar dari kita bertanya-tanya mengapa bukan Kepler 452 b yang berada di urutan pertama? Secara planet tersebut dianggap paling mirip dengan bumi mulai dari ukuran dan jarak dengan pusat tata suryanya dan planet ini mendapatkan julukan Bumi ke-2 atau sepupu Bumi. Alasannya simpel, menurut Habitable Exoplanet Catalogue di Universitas Puerto Rico, sejauh ini exoplanet yang mirip dengan bumi dalam hal ukuran, massa, jarak dari bintang dan jumlah energi yang diterima adalah Kepler 438 b. Apalagi planet ini jaraknya paling dekat dengan Bumi.

Para ilmuan saat ini sedang menggarap proyek ambisius untuk menemukan sejumlah planet yang diharapkan bisa mendukung kehidupan layaknya di Bumi. Dengan begitu mereka berharap suatu saat nanti manusia bisa melakukan perjalanan menjelajahi bintang-bintang atau skenario terburuknya jika Bumi hancur mereka bisa melakukan migrasi ke planet lain.