Fakta Menyedihkan di Balik Hari Besar yang Selama Ini Kita Rayakan

Kebanyakan orang memang suka sebuah perayaan. Mereka menggunakan momen tersebut untuk berkumpul dengan keluarga. Dalam setahun, ada beberapa hari yang memang sudah biasa kita peringati sebagai hari yang spesial.

Namun, tak banyak orang yang tahu beberapa fakta yang tersimpan di balik hari besar yang biasa mereka diperingati, padahal ada beberapa hari yang biasa mereka peringati menyimpan beberapa fakta yang menyedihkan. Dan berikut adalah rangkuman 5 hari peringatan yang harusnya patut membuat kita berduka.

1. Hari Ibu

Momen ini harusnya dapat memberi kesempatan untuk berterima kasih pada wanita yang telah melahirkan dan merawat kita. Namun sayangnya, Hari Ibu justru lebih terkesan sebagai hari besar yang mengambang, tersebab hari besar satu ini tidak tercatat sebagai hari libur di kalender. Dan membuat kebanyakan orang lupa jika Hari Ibu juga ada di salah satu hari besar yang patut dirayakan.

mothers-holiday-640x426
Hari Ibu [ Image Source ]

Anna Jarvis adalah seorang yang mencetuskan ide untuk menyisihkan satu hari yang didedikasikan untuk ibu. Ia menghabiskan hidupnya untuk berkampanye agar hari ibu diakui secara resmi dan dihormati dengan hari libur, namun sayangnya ide tersebut dianggap konyol. Hingga akhirnya Jarvis meninggal dan Amerika baru bisa memberikan hari libur sebagai tanda belasungkawa dan rasa bersalah mereka. Sungguh menyedihkan, pengakuan didapat justru setelah Jarvis tiada.

2. Hari Ayah

Seperti halnya Hari Ibu, Hari Ayah memang seharusnya ada sebagai penghargaan bagi pria yang memiliki jasa dalam hidup kita. Peringatan bagi kaum ayah tersebut didirikan dengan niat baik, merayakan peran ayah secara tradisional. Namun lagi-lagi hal ini diabaikan oleh media. Kampanye gencar dilakukan untuk mendapatkan pengakuan secara nasional.

fathers-holiday
Hari ayah [ Image Source ]

Namun miris jika tahu kenyataan bahwa dulu gagasan Hari Ayah ditolak masyarakat. Selama bertahun-tahun mereka menganggap bahwa penggagasnya hanya menginginkan keuntungan. Seandainya mereka ingat jasa seorang ayah, masihkah gagasan Hari Ayah itu ditolak?

3. Hari Perempuan Internasional

Hari peringatan perempuan internasional adalah hari di mana orang didorong untuk merayakan dan memberi penghargaan terhadap perempuan. Yang menyedihkan adalah, ada banyak pihak yang berpendapat bahwa wanita tidak pantas mendapatkan penghargaan. Tak hanya itu, para kaum Adam pun seketika tak mau kalah, mereka berpendapat bahwa mereka juga butuh hari mereka dirayakan.

womens-holiday-640x718
Hari Perempuan Internasional [ Image Source ]

Dan 8 bulan kemudian Hari Pria Internasional benar-benar ada. Sepertinya, pria memang tak pernah rela jika posisinya ada di bawah wanita. Andai pria sadar akan pertanyaan, “apa jadinya dunia tanpa wanita?”

4. Hari Valentine

Kasih sayang memang tak cukup jika diungkapkan dalam waktu sehari. Di hari Valentine, seringkali dimanfaatkan untuk mencurahkan segenap cinta dengan memberikan coklat atau bunga untuk pasangan. Tanggal 14 Februari juga hari yang ditunggu para lajang untuk mengungkapkan perasaan pada gebetan.

valentines-holiday
Hari Valentine [ Image Source ]

Namun ternyata, Valentine sendiri punya sejarah yang tidak manis seperti yang dibayangkan orang kebanyakan. 14 Februari sendiri adalah hari dimana Saint Valentine dieksekusi, ia dipukuli hingga tewas karena menentang perintah Kaisar Claudius II dengan menikahi kekasih gelapnya. Nah, bukankah 14 Februari merupakan hari berkabung untuk Saint Valentine? Kenapa justru hari berubah menjadi hari penuh cinta?

5. Hari Buruh

Hari besar yang tak kalah menyedihkan adalah Hari Buruh. Meski statusnya telah diakui secara Internasional, pada kenyataannya tak jarang bos perusahaan yang tetap meminta para karyawan bekerja di hari besar mereka. Tak sampai di situ, sekolah-sekolah pun turut mengabaikan hari Hari Buruh dan tetap melakukan aktifitas seperti biasanya.

mlk-holiday
Hari Buruh [ Image Source ]

Meski Hari Buruh memegang status diakui, pada kenyataannya Hari Buruh hanya menjadi salah satu hari yang statusnya sama dengan hari-hari yang lain. Sungguh miris membayangkan para buruh yang kurang dihargai. Tak heran jika banyak sekali fenomena demonstrasi di dunia.

Banyak dari kita yang tidak mengetahui tentang kisah menyedihkan di balik hari besar. Sejauh ini, haruskah kita bersenang-senang tiap hari peringatan itu tiba? Dari 5 hari besar di atas, hari apa yang menurut Anda paling menyedihkan?