Sebenarnya Peringatan Hari Bumi Itu Penting Nggak, Sih?

Saat ini barangkali semua orang di dunia tengah memperingati Hari Bumi. Di berbagai belahan dunia, masyarakat tengah gencar melancarkan kampanye cinta lingkungan. Tapi, penting nggak sih melakukan itu?

Ya, tentu saja penting. Tapi lebih penting lagi adalah kesadaran diri masing-masing untuk lebih menjaga bumi. Percuma dong kalau gembor-gembor cinta bumi di tanggal 22 April, tapi setelah itu dilupakan begitu saja. Buktinya, meski tiap tahun selalu ada ‘Hari Bumi’ tapi lima hal buruk bagi bumi ini masih terjadi.

Sampah Masih Bertebaran Dimana-mana

Di tempat umum barangkali sudah banyak disediakan tempat sampah, tapi kesadaran kita untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat kurang. Sampah-sampah yang sebagian besar bungkus makanan itu dibuang begitu saja dijalanan.

0[ Image Source ]

Kebiasaan itu terkesan remeh, tapi bayangkan dampak seperti apa yang menimpa bumi? Tentu saja sampah kotor itu akan menjadi bumerang bagi kita. Menjadi sarang penyakit apalagi banjir. Sampah menumpuk itu, tentu saja mengganggu pemandangan ya.

Hutan Masih Ditebangi

Hutan disebut juga paru-paru dunia. Begitu pentingnya peran hutan sebenarnya memang sudah disadari semua orang. Meski demikian, pada kenyataan masih banyak pohon di hutan yang ditebang demi urusan ekonomi.

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

[ Image Source ]

Nggak jauh-jauh ke hutan deh. Di lokasi tempat tinggalmu sendiri, apa masih banyak pohon? Pasti nggak ya. Pekarangan hijau sudah banyak digunduli buat lahan perumahan dan sebagainya. Kalau begini terus, kita dapat oksigen dari mana?

Lebih Suka Kendaraan Bermotor Daripada Jalan Kaki

Beli kerupuk ke warung depan, naik motor. Padahal sangat memungkinkan dicapai dengan jalan kaki, kan? Fenomena ini nyata, di depan mata. Alasannya malas, capek dan sebagainya. Duh, gimana jadinya kalau bumi yang malas dengan tingkah kita?

0[ Image Source ]

Semua tahu kalau dampak kendaraan bermotor itu berbahaya. Terlebih banyaknya polusi sama sekali nggak diimbangi jumlah pohon yang ada di dunia. Kalau seluruh dunia sudah penuh polusi, mau bernapas pakai apa kita?

Air Sungai dan Laut Dicemari

Air sungai dan laut adalah habitat alami dari jutaan makhluk air. Namun saat ini jumlahnya makin berkurang karena rusaknya habitat tersebut. Hal itu tentu saja karena ulah manusia.

0[ Image Source ]

Banyak pabrik yang dengan sengaja mengalirkan limbah ke perairan. Limbah beracun tersebut lantas meracuni makhluk hidup di air. Kelakuan tidak bertanggung jawab itu sangat merugikan alam.

Enggan Menghemat Sumber Daya

Kita semua selalu butuh sumber daya. Agar sumber daya itu lebih bertahan lama, ada baiknya kita menghematnya. Sayangnya, hingga saat ini masih banyak yang menggunakan sumber daya secara foya-foya.

0[ Image Source ]

Kalau kamu ngaku cinta alam dan lingkungan, harusnya bisa menggunakan sumber daya secara bijak. Hal ini bisa kamu lakukan dengan cara sederhana, seperti mematikan televisi dan lampu saat tidur. Bisa juga menggunakan sepeda atau jalan kaki saat ke warung, hal ini juga bisa menghemat bensin pada motor, kan?

Nah, lima hal di atas hanya contoh kecil dari kondisi bumi yang sepertinya makin hari makin memburuk karena kelakuan kita. Adanya Hari Bumi mungkin mengingatkan kita agar tergerak untuk mencintainya, tapi hal yang paling penting adalah kebiasaan kita setiap harinya, mampukah kita memperlakukan bumi dengan sebaik-baiknya?

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *