Miris! Inilah Nasib 5 Mantan Atlet Indonesia

Prestasi atlet Indonesia di kancah Internasional sebenarnya cukup membanggakan. Banyak sekali atlet asal Indonesia yang berbakat dan mampu bersaing dengan bangsa asing. Peranan atlet di Indonesia barangkali sama dengan pahlawan.

Mereka berlatih dan berjuang demi mengharumkan nama bangsa. Namun, saat ini banyak sekali fakta miris tentang mantan atlet yang terlupakan. Namanya seakan tak pernah ada dalam daftar orang-orang yang berjasa bagi bangsa. Dan lima orang bernasib malang tersebut adalah.

Suharto, Atlet Balap Sepeda

Nama Suharto dalam SEA Games tahun 1979 sangat dipergutungkan. Saat itu ia berhasil mendapatkan medali emas. Ia meraih kemenangan di balap sepeda jarak 100 km. Prestasinya itu sukses membuat Indonesia bangga dan diperhitingkan oleh berbagai bangsa.

0[ Image Source ]

Namun, meski prestasinya gemilang dalam mengharumkan Indonesia, namun setelah pensiun, rupanya Suharo tidak memiliki pekerjaan yang sebaik atlet. Saat ini ia justru berprofesi sebagai penarik becak di Surabaya. Namun syukurlah, pada tahun 2013 ia masih mendapat perhatian dari pemerintah.

Leni Haini, Atlet Pedayung

Sosok Leni Haini pernah meraih banyak sekali medali emas dalam kejuaraan mendayung. Saat menjadi atlet, Leni masih duduk di bangku SMP. Saat itu, ia dijanjikan masalah pendidikan diurus belakangan.

0[ Image Source ]

Sebab itulah Leni hanya memiliki ijazah SD dan paket B. Bermodal pendidikan minim itu, ia pun sulit mendapatkan pekerjaan. Leni pun berakhir sebagai buruh cuci. Kemalangan tak sampai di situ, kenyataan bahwa salah satu putrinya menderita penyakit langka juga mengharuskannya untuk menjual barang-barang berharga miliknya.

Marina Sugendi, Atlet Pencak Silat

Masa kejayaan Marina Sugendi dalam kancah pencak silat terjadi pada tahun 1983, ia berhasil menjadi juara di ASEAN Pencak Silat Kelas A Putri di Singapura. Nama Indonesia diperhitungkan berkat kemenangannya.

0[ Image Source ]

Namun mirisnya, setelah masa kejayaannya berakhir, kehidupannya pun berubah. Hidupnya serba pas-pasan, bahkan ia bekerja sebagai supir taksi. Namun ia masih beruntung saat bertemu dengan pegawai Kemenpora, ia menceritakan jati dirinya. Meski awalnya kurang dipercaya, namun setelah ia menunjukkan beberapa medalinya, akhirnya Marina mendapat tunjangan rumah.

Deny Thios, Atlet Angkat Besi

Pada tahun 80-90 nama Deny Thios begitu terkenal berkat prestasi angkat besi. Prestasinya tidak hanya dalam negeri, namun juga internasional. Pria asal Makassar ini berulang kali meraih medali emas di kejuaraan, bahkan ia juga berhasil memecahkan 3 rekor dunia.

0[ Image Source ]

Mirisnya, prestasinya tersebut tidak berbanding lurus dengan kehidupan perekonomiannya kini. Di masa tuanya, keadaannya justru memprihatinkan. Saat ini ia hanya berprofesi sebagai tukang las, dan tentu saja penghasilannya tidak tentu.

Hapsani, Mantan Atlet Estafet

Nama Hapsani mungkin dianggap asing di mata publik, namun asal tahu saja, di tahun 80an, ia sempat berjasa dalam mengharumkan nama bangsa. Ia meraih medali perah dan medali perunggu dalam ajang lari estafet 4 x 100 meter.

0[ Image Source ]

Setelah masa keemasannya berakhir, nasib malang tak dapat ditolaknya. Suaminya tidak bekerja, sementara ia hanya pelatih atletik anak-anak di sekitar rumahnya. Bahkan pada tahun 1999 ia terpaksa menjual medalinya ke pasar loak hanya untuk makan.

Sungguh malang nasib para mantan atlet Indonesia yang dulu sangat dibanggakan ini. Namanya yang dulu dibanggakan kini tinggal kenangan. Semoga saja pemerintah lebih memperhatikan nasib mereka untuk kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *