6 Keunikan Museum Kata Andrea Hirata, Museum Literasi Pertama Indonesia

Museum Literasi Pertama di IndonesiaMuseum Literasi Pertama di Indonesia

Jika mendengar “Laskar Pelangi”, pasti anda akan teringat pada novel terkenal karya Andrea Hirata. Tidak hanya meraih predikat best seller dan diterjemahkan ke dalam 20 bahasa, novel ini pun berhasil apik diadopsi menjadi sebuah film dan lagu berjudul senada yang sontak membuat masyarakat “jatuh cinta”. Nilai perjuangan, persahabatan, kekuatan impian, dan keteguhan dalam novel ini membuat banyak orang tergugu dalam tangis.

Antusiasme masyarakat terhadap novel, film, dan lagu Laskar Pelangi pun menginspirasi sang penulis novel untuk membuat museum yang mengabadikan segala hal tentang Laskar Pelangi. Sehingga, para pengunjung yang datang akan diajak menelusuri perjalanan dalam novel Laskar Pelangi. Halaman per halaman dalam novel dibuat konkret, membuat anda berada dalam suasana film yang sangat laris di Indonesia itu. Nah, langsung saja menjejaki beberapa keunikan museum ini.

1. Merupakan Museum Literasi Pertama di Indonesia

Museum Literasi Pertama di IndonesiaMuseum Literasi Pertama di Indonesia
Museum Literasi Pertama di Indonesia [via]

Didirikan pada awal tahun 2010, Museum Kata Andrea Hirata merupakan satu-satunya museum literasi di Indonesia. Berlokasi di Jalan Laskar Pelangi No. 10, Kecamatan Gantong, Pulau Belitung, museum ini dikunjungi ribuan orang setiap minggunya. Di museum ini, semua yang berkaitan dengan Laskar Pelangi disuguhkan lengkap. Tidak hanya itu, ada pula cerpen, puisi, dan novel karya Andrea Hirata di sini. Keunikan museum menjadikan tempat ini sebagai destinasi yang paling sering dikunjungi di Pulau Belitung. Setiap minggunya, tak kurang dari ribuan pengunjung datang dari seluruh dunia.

2. Ada Tiga Buah Cerpen yang Tak Diterbitkan

karya yang tak diterbitkan
karya yang tak diterbitkan

Bagi anda penggemar semua karya Andrea Hirata, rasanya wajib mengunjungi museum ini. Kenapa? Karena di tempat ini ada tiga buah karya cerpen sang penulis yang tidak akan anda temukan di tempat lain selain di museum. Tiga cerpen itu berjudul Bloomington di Singapura, Lesley Terbang Tinggi Tinggi Sekali, dan Sahabat yang Tak Mudah. Anda bisa membaca ketiga cerpen itu hanya di Museum Kata Andrea Hirata. Karena meski telah banyak penerbit yang ingin membukukannya, sang penulis tidak berkenan. Tentu karena tulisan ini pastinya memiliki sisi spesial yang tidak bisa diniai dengan uang.

3. Bangunan Museum Berupa Rumah Adat Melayu

Tidak hanya mempesona karena berisi berbagai hal tentang karya keren penulisnya, museum ini pun memiliki bentuk yang khas. Berupa rumah adat khas Melayu dengan desain sederhana dan unik. Di dalam rumah ini, terdapat beberapa ruangan yang diberi nama sesuai nama tokoh penting dalam novel Laskar Pelangi. Maka, terdapat ruang ayah, Ruang Ikal (nama kecil Andrea Hirata), Ruang Lintang, Ruang Mahar, dan tokoh lainnya. Bagian dalam rumah dominan bernuansa jaman dulu. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya perabot kuno yang menghiasi berbagai sudut.

museum andrea hirata
museum andrea hirata[via]

Bagian ruang tamu dari museum ini menyajikan banyak kutipan menyentuh yang membuat semua pembaca mendapat suntikan semangat baru. Di antara semua kutiapan, satu yang menarik adalah “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Semua ruangan yang ada di museum ini memiliki sisi menariknya masing masing. Secara umum, di dalam setiap ruangan akan tersaji berbagai hal terkait karya sastra Andrea Hirata. Mulai dari cover buku, puisi, gambar cuplikan adegan film Laskar Pelangi, bahkan ada sajadah dan tasbih. Jika di setiap sudut ruangan akan anda temukan banyak hal terkait kehidupan Andrea Hirata dan Laskar Pelangi, maka hal berbeda disajikan di Ruang World Class Writer. Di ruangan ini, berjajar rapi karaya penulis kelas dunia seperti J.K Rowling dan Umverto Eco.

4. Sekolah Gratis dan Banyak Area Penunjang Pendidikan

sekolah penunjang
sekolah penunjang [via]

Tidak sekedar museum yang menghadirkan kata-kata, tempat ini juga memiliki sekolah gratis. Banyak pengunjung dari luar negeri yang turut andil berperan menjadi guru tamu di sekolah yang digagas Andrea ini. Andrea sendiri pun aktif menjadi salah satu pengajar di sekolahnya. Tak hanya itu, di museum ini terdapat juga area khusus pendidikan berisi literatur khusus untuk anak-anak, literature dunia, panggung ekspresi, serta ruang khusus membaca maupun menulis karya.

5. Warung Kopi

Di dalam sebuah museum literasi terdapat sebuah warung kopi, sungguh unik. Bukan hanya sekedar warung kopi, tempat ini mewakili cerita dalam novel Laskar Pelangi yang menyajikan kopi kuli. Di warung kopi ini, pengunjung bisa menikmati kopi khas daerah setempat yang eksklusif diracik sendiri di museum. Hanya dengan merogoh kocek sebesar 4000 an rupiah, anda bisa menikmati kopi. Sebelum disulap menjadi warung kopi, ruangan ini sesungguhnya merupakan sebuah dapur.

kupi kuli
kupi kuli [via]

Di dalam dapur ini pun terdapat meja, kursi, gitar, dan benda lain yang bernuansa kuno khas masyarakat Belitung. Merupakan hal wajar, karena Andrea ingin menjadikan tempat ini bukan sekedar museum kata, namun juga museum yang mengabadikan budaya masyarakat Belitung. Bentuk baktinya kepada Seman Said Narun dan N.A Masturah, ayah dan ibu Andrea Hirata.

6. Kantor Pos Andrea Hirata

Tidak hanya itu, di ruangan ini pun anda dapat membeli kartu pos untuk dikirimkan kepada kerabat, teman, atau saudara. Dengan tetap bernuansa Laskar Pelangi, kartu pos yang anda kirimkan tentunya akan berasa spesial. Karena dikirim dari kantor pos yang menjadi sejarah lahirnya karya besar Laskar Pelangi.

kantor pos andrea hirata
kantor pos andrea hirata

Wah, keren bukan Museum Kata ini. Sebuah bangunan sederhana yang di dalamnya anda dan keluarga bisa belajar menghargai dan mencintai karya sastra dari Penulis Andrea Hirata. Di sini anda juga bisa melihat betapa hebatnya kekuatan tulisan, bisa mengubah Pulau Belitung yang tidak banyak dikenal menjadi pulau yang diincar jutaan wisatawan lokal dan mancanegara. Bagaimana, anda tertarik bukan untuk mengunjungi Museum Kata ini?