New York dan London Diperkirakan Bakalan TENGGELAM di Dasar Lautan!

Pemanasan global bukan hanya isu semata karena efek dari fenomena perubahan iklim ini mulai menunjukkan dampaknya pada dunia. Manusia yang tinggal di bumi mungkin belum menyadarinya namun para peneliti telah memiliki data yang membuktikan jika permukaan air laut terus meningkat setiap tahun dan siap enelan daerah-daerah di daerah yang lebih rendah ketimbang permukaan air laut.

Dalam beberapa puluh tahun ke depan para ilmuwan memprediksi jika air laut akan naik hingga beberapa meter dan menenggelamkan kota-kota pesisir di dunia. Beberapa kota yang diperkirakan akan tenggelam adalah New York di Amerika Serikat dan London di Inggris. So, bagaiman hal ini terjadi? Simak terus ulasan beikut.

Lapisan Es di Kutub Mencair Lebih Cepat Dari Prediksi Para Ilmuwan

Fenomena meningkatnya permukaan air laut sudah diprediksi oleh banyak ilmuwan sejak zaman dahulu. Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor yang kesemuanya merujuk pada aktivitas yang dilakukan manusia. Akan tetapi banyak ilmuwan yang memprediksi kejadian tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat setidaknya dalam beberapa abad mendatag keadaan bumi masih akan stabil.

090128104533-large
Lapisan Es di Kutub Mencair Lebih Cepat Dari Prediksi Para Ilmuwan [ Image Source ]

Sayang perkiraan ilmuwan meleset. Studi terbaru menunjukkan permukaan air laut meningkat lebih cepat dari perkiraan semula. Diprediksi dalam waktu 50 tahun ke depan air laut akan meningkat beberapa meter yang menyebabkan kota-kota pesisir di dunia akan mulai digenangi air laut dan kemudian tenggelam, tak terkecuali Kota New York di Amerika Serikat dan London di Inggris.

Pemanasan Global Menjadi Penyebab Utama Cepatnya Pencairan Es di Kutub

Penyebab utama dari cepatnya pencairan es di kutub adalah pemanasan global. Kondisi ini disebabkan oleh efek emisi gas rumah kaca yang berdampak pada peningkatan suhu di permukaan bumi yang akhirnya mempercepat lapisan es di Antartika untuk mencair. Efek pemanasan global dalam meningkatkan permukaan air laut bisa dilihat pada tayangan video berikut:

para ilmuwan sepakat jika dalam waktu dekat manusia tidak serius menekan efek gas rumah kaca bukan tidak mungkin dalam 50-150 tahun ke depan kota-kota seperti New York dan London hanya tinggal sejarah diikuti oleh kota-kota pesisir lainnya di dunia.

Kondisi Meningkatnya Air Laut Sudah Pernah Terjadi 120 Ribu Tahun Lalu

Apa yang akan menimpa bumi dalam beberapa dekade mendatang ternyata sudah pernah terjadi sebelumnya. Para peneliti menunjukkan bahwa sekitar 120 ribu tahun yang lalu bumi pernah mengalami kejadian serupa. Suhu di bumi meningkat dan lapisan es mencair hingga membuat permukaan air laut meningkat beberapa meter.

foto-utama-2-ilustrasi2
Kondisi Meningkatnya Air Laut Sudah Pernah Terjadi 120 Ribu Tahun Lalu [ Image Source ]

Periode dimana bumi mengalami peningkatan permukaan air laut yang drastis ini dikenal dengan periode Eemian. Saat itu suhu di bumi hanya lebih tinggi 1 derajat Celcius saja dibanding suhu rata-rata bumi saat ini. Dampaknya apa? Dengan peningkatan 1 derajat Celcius saja saat itu permukaan air laut bumi meningkat 6-9 meter. Sedang aktivitas manusia saat ini mengindikasikan jika suhu bumi akan meningkat hingga 2 derajat Celcius dalam seratus tahun ke depan.

Inilah Peta Daerah Yang Paling Parah Mengalami Peningkatan Air Laut

Air laut akan meningkat dan itu pasti terjadi. Meski pemanasan global menjadi penyebab utama cepatnya proses pencairan lapisan es di Antartika namun penemuan gunung api di dasar laut turut menyumbang peningkatan suhu dasar laut yang juga membuat gunung es cepat mencair. Salah satu yang menjadi fokus penelitian ilmuwan adalah Gletser Pine Island.

Australia
Inilah Peta Daerah Yang Paling Parah Mengalami Peningkatan Air Laut [ Image Source ]

Gletser ini paling cepat mencair, dimana per tahun gunung es setinggi lebih dari 700 meter ini bergerak sejauh 8,2 meter. Gerekan tersebut pasti disertai dengan proses mencair padahal gunung es ini mengandung 30 triliun liter yang bisa menaikkan permukaan air laut global setingi 10 cm. Kota-kota terdampak paling parah saat hal tersebut terjadi dapat dilihat pada gambar di atas yang ditandai dengan lingkaran merah. Kota tersebut termasuk, New York, London, Tokyo, Shanghai, Kalkuta, dan Dhaka.