5 Tradisi Jawa Ini Masih Dilaksanakan Masyarakat Modern

Tradisi adalah kebiasaan yang dilakukan masyarakat secara turun-temurun. Entah siapa yang mengawali, yang jelas, kebiasaan itu terus diturunkan pada anak cucu. Hingga saat ini, di Indonesia, khususnya Jawa, memang memiliki banyak sekali tradisi.

Banyak kebiasaan baik yang diturunkan oleh para leluhur, di samping itu banyak juga tradisi yang terkesan aneh dan tidak masuk akal, namun tetap di lakasanakan. Dan inilah beberapa tradisi orang Jawa yang masih dilaksanakan.

Memasang Sandingan

Sandingan adalah sebutan untuk sesaji yang diperuntukkan bagi para leluhur yang sudah mendahului kita. Misalnya orang tua, kakek nenek buyut dan sebagainya. Dalam tradisi Jawa, masih banyak masyarakat modern yang memberikan sandingan di malam tertentu.

0[ Image Source ]

Banyak yang percaya jika di malam-malam tertentu, para leluhur yang telah meninggal pulang ke rumah. Maka dari itu mereka sengaja memberi sesaji berupa makanan kesukaan nenek moyang mereka agar mereka bisa makan saat pulang.

Membuang Leri Di Depan Warung

Leri atau air cucian beras dipercaya memiliki kekuatan magis. Entah apa yang membuat mereka percaya bahwa leri memiliki manfaat untuk mendatangkan rezeki, sementara Sang Pengatur Rezeki tentu saja hanya Tuhan saja.

0[ Image Source ]

Namun, hingga kini rupanya masih banyak yang percaya dengan tradisi membuang air leri di depan warung. Hal itu dipercaya akan membuat dagangan laris.

Menabur Beras di Perempatan

Beberapa orang masih percaya dengan pesugihan putih, atau pesugihan tanpa menggunakan jasa dukun. Mereka percaya dengan cara yang diberikan oleh leluhur, termasuk cara untuk menjadi kaya.

0[ Image Source ]

Membuang segenggam beras di perempatan di hari Jum’at kliwon dipercaya akan mendatangkan banyak rezeki. Entah apa yang mendasarinya, tapi yang jelas banyak yang percaya dengan kebiasaan ini. Bahkan masih dijalani hingga saat ini.

Mengambil Bunga Riasan Pengantin

Dalam acara resepsi pernikahan adat Jawa, pasti si mempelai wanita menggunakan kembang melati sebagai riasan rambutnya. Tiap datang para undangan yang masih gadis, biasanya mereka akan menarik satu atau beberapa bunga yang nantinya akan dibawa pulang.

0[ Image Source ]

Kegiatan itu dipercaya akan membuat si gadis akan segera menyusul ke pelaminan. Tidak ada bukti nyata untuk menguatkan mitos tersebut, namun banyak yang percaya dan melakukan kebiasaan itu hingga kini.

Mengaitkan Potongan Dringu dan Bawang Pada Bayi

Bagi ibu-ibu di Jawa, seringkali mereka diminta para tetua untuk memakaikan potongan dringu dan bawang pada pakaian bayi mereka. Peniti digunakan untuk mengaitkan potongan dringu dan bawang pada pakaian si kecil.

0[ Image Source ]

Menurut mitos, memakai jimat dringu bawang bisa untuk menolak bala. Bahkan dipercaya juga untuk mencegah sawanan. Hingga saat ini, tradisi ini masih populer di masyarakat modern sekalipun.

Percaya atau tidak, lima tradisi di atas memang masih dilaksanakan masyarakat modern. Di tempat kamu sendiri, adakah tradisi peninggalan leluhur yang masih dilaksanakan hingga kini? Share dong!

 

 

One Comment

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *