Inilah 5 Fakta Tragis Tradisi Pasung yang Konon Masih Terjadi di Indonesia

Orang dengan Gangguan Jiwa

Pasung adalah sebuah tindakan pengisolasian terhadap seseorang yang dianggap tidak waras atau gila. Tindakan ini dilakukan untuk membuat seseorang yang dianggap memiliki gangguan itu tidak berkeliaran. Tidak membuat keributan hingga melakukan suatu tindakan yang sangat berbahaya. Misal melakukan kekerasan secara fisik kepada orang lain.

Tradisi pasung sebenarnya sudah dianggap kuno dan membahayakan. Itulah mengapa pemerintah Indonesia sudah sejak lama melarangnya. Sayangnya di beberapa daerah di negeri ini, pasung masih dipandang sebagai hal yang wajar untuk keamanan bersama. Mari kita simak bersama-sama fakta tragis apa saja terkait pasung di negeri ini.

1. Salah Persepsi Tentang Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang dipasung dan tidak bisa bergerak adalah adanya ketakutan. Pihak keluarga takut jika orang yang dianggap gila ini keluar, maka akan membuat kekacauan. Akhirnya pasung dipilih agar semua jadi tenang. Masyarakat di Indonesia masih memiliki persepsi jika orang yang mengalami gangguan jiwa biasanya dihinggapi oleh makhluk halus. Diguna-guna orang yang iri hingga akhirnya tak bisa berpikir dengan jernih.

Orang dengan Gangguan Jiwa
Orang dengan Gangguan Jiwa [via]
Pihak keluarga akhirnya memilih jalan pintas ini untuk mengentaskan “malu” mereka pada masyarakat. Memiliki keluarga yang gila adalah aib terbesar yang tidak bisa dilepaskan dengan mudah. Pun masyarakat selalu menganggap orang yang gila itu adalah sampah masyarakat. Tak ada harapan sembuh dan hanya bisa menyusahkan semua orang.

2. Hilangnya Hak Sebagai Manusia

Seorang yang mengalami gangguan jiwa memang tak bisa berpikir dengan baik. Mereka tidak bisa mengatur emosi atau keinginan yang ada di kepalanya. Hal ini membuat mereka cenderung liar dan kerap dianggap mengganggu. Akhirnya, semua orang tidak melihat orang dengan gangguan jiwa seperti manusia. Mereka dianggap sebagai pengganggu yang sudah seharusnya disingkirkan.

Hilangnya Hak Sebagai Manusia
Hilangnya Hak Sebagai Manusia [via]
Padahal di Indonesia sendiri sudah ada undang-undang yang melindungi keberadaan mereka. Salah satunya adalah UUD 1945 pasal 28 i ayat 1 yang menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa… hak asasi manusia tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Artinya mau sehat atau dalam keadaan gangguan jiwa, hak asasi manusia tetaplah ada.

3. Pasung Adalah Solusi yang Cepat

Pasung adalah salah satu treatment yang bisa dilakukan kepada para orang dengan gangguan jiwa. Mereka akan diikat pada tangan, kaki, bahkan kepala. Ada juga yang menggunakan kayu besar hingga orang tersebut hanya biasa bergerak ke kiri dan kanan. Bahkan untuk makan dan buang hajat saja mereka tidak akan mampu. Pasung adalah solusi cepat yang akan menguntungkan semua orang. Kecuali orang yang dipasung.

dipasung
dipasung [via]
Meski kesadarannya tidak ada. Atau bahkan tidak bisa merasakan menderita. Orang yang dipasung tetaplah mengalami perlakukan tak baik. Mereka bisa mengalami lupa pada tubuhnya. Bila parah praktik ini akan membuat orang tersebut meninggal dunia perlahan-lahan.

4. Perilaku Imitasi Masyarakat yang Berkembang Terhadap ODGJ

Penanganan terhadap orang dengan gangguan jiwa memang sangat kompleks. Pemasungan bukanlah suatu tindakan yang akan membuat masalah jadi selesai. Bahkan dengan pemasungan, tindakan-tindakan yang tak manusiawi akan semakin banyak terjadi. Misal orang dengan gangguan jiwa di pasung pada sebuah kebun. Masyarakat yang lewat bisa akan mengolok, atau bahkan melemparinya dengan batu.

Perilaku Masyarakat Terhadap ODGJ
Perilaku Masyarakat Terhadap ODGJ

Selanjutnya, perilaku yang tak manusiawi ini akan diimitasi atau dicontoh oleh anak-anak mereka. Akhirnya sejak kecil anak-anak sudah memiliki stigma jika orang yang dipasung itu adalah gila. Orang gila tidak bisa berpikir hingga bisa diperlakukan sesuai dengan keinginan. Termasuk melukai secara verbal atau pun fisik.

5. Penanganan yang Tepat Kepada Mereka yang Terpasung

Membebaskan orang yang mengalami pasungan bisa dibilang penuh dilema. Pertama karena ada rasa khawatir orang yang dilepaskan akan membuat kekacauan. Kedua karena keluarga yang melepaskan orang terpasung akan dikucilkan. Meski penuh dengan dilema. Pelepasan orang dari pasungan adalah hal yang wajib dilakukan dengan segera. Terlebih pemerintah Indonesia telah melarang pemasungan ini sejak tahun 1977.

Penanganan pada ODGJ
Penanganan pada ODGJ

Untuk penanganan yang sangat baik. Orang dengan gangguan jiwa harus diberi perawatan baik secara medik hingga mental. Mereka bisa dititipkan ke lembaga seperti Rumah Sakit Jiwa atau pun di rawat jalan namun tetap dengan pengawasan yang tepat. Apakah bisa sembuh atau pun tidak, memanusiakan manusia adalah hal tepat.

Demikianlah lima fakta tragis tentang tradisi pasung yang konon masih terjadi di Indonesia. Melihat uraian mengenaskan di atas, apa pendapat sobat Boombastis terkait orang yang dipasung?