Jangan Sampai Ucapkan 5 Hal Ini Pada Anak Kecil

Bagi anak, berlaku nakal memang selalu terjadi. Jika Anda adalah orang tua yang memiliki anak kecil, sudah sepantasnya Anda menjadi panutan bagi mereka. Mendidik mereka menjadi anak baik adalah kewajiban.

Namun, ada kalanya perlakuan kita justru membuat mereka kehilangan potensi. Dan seringkali kita melakukannya tanpa sadar. Dan hal itu karena kita mengatakan lima hal ini.

Anak Nakal!

Jika anak melakukan hal yang kurang baik, itu adalah hal yang wajar. Sebab, di usianya yang dini belum bisa membedakan mana yang benar dan salah. Sementara jika Anda suka mengatakan bahwa si kecil nakal, alam bawah sadarnya akan mengecap dirinya sebagai anak nakal.

0[ Image Source ]

Begitu pun setelah mendapat cap itu, ia akan tumbuh dengan melakukan hal kurang baik. Dan jika ia sudah mulai terbiasa dengan hal nakal, ia akan sulit berubah karena sudah terbiasa dan merasa cocok melakukan kenakalan.

Anak Tidak Becus

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna. Apalagi anak kecil masih butuh banyak belajar. Wajar jika ia masih melakukan kesalahan saat mengerjakan sesuatu. Baiknya, jangan sampai mengatakan hal yang mematikan potensinya.

0[ Image Source ]

Seperti halnya mengatai dia ‘tidak becus’ atau ‘begitu saja tidak bisa’ dan sebangsanya. Dengan mengatakan hal itu, tanpa sadar Anda telah membenamkan kepercayaan dirinya. Si kecil pasti merasa minder dengan kemampuannya, dan hal itu akan berlanjut lebih lama dari yang Anda bayangkan.

Anak Cengeng

Menangis adalah salah satu cara anak untuk mengekspresikan perasaan. Jadi, jangan sampai Anda mengatakan dia cengeng ketika menangis. Posisikan diri Anda di tempatnya, bayangkan jika ada orang yang mengatakan “cengeng” saat Anda sedang bersedih atau terluka. Pasti makin menjadi saja perasaan tidak enaknya.

0[ Image Source ]

Dengan mengatai dia cengeng, Anda hanya akan membuat si kecil menjadi pribadi yang tidak peka dengan keadaan dan perasaan. Bayangkan jika dia jadi orang yang kesulitan mengekspresikan perasaan. Tidak tertawa ketika senang, dan tidak menangis ketika sedih. Datar seperti tidak punya perasaan, mengerikan, bukan?

Kenapa Tidak Bisa Seperti…

Membandingkan anak dengan yang lain, misalnya kakak atau temannya adalah kesalahan fatal. Mengertilah jika semua anak di dunia ini terlahir dengan kekurangan dan kelebihan sendiri-sendiri. Satu anak tidak bisa dibandingkan dengan yang lainnya.

0[ Image Source ]

Ketika ia tidak bisa melakukan satu hal yang bisa dilakukan anak lain, hal itu bukan berarti ia bodoh. Barangkali ia bisa lebih hebat saat melakukan hal lain. Fokuslah pada kelebihannya, coba abaikan kekurangannya.

Kamu Persis Ayahmu/Ibumu

Sebuah hubungan kadangkala memang tidak harmonis. Pasangan pasti memiliki kekurangan yang tidak Anda suka. Namun jika anak sampai melakukan hal yang sama, jangan sampai keluar kalimat yang menyamakan kelakuannya dengan kekurangan ayah/ibunya.

0[ Image Source ]

Mengatainya dengan kalimat macam itu hanya membuatnya merasa kalau kesalahan yang ia lakukan adalah hal yang wajar, karena orang tuanya juga melakukan hal yang sama. Ia juga pasti kehilangan rasa hormat kepada Anda.

Anak adalah generasi penerus yang masih berada dalam ‘masa rawan’. Untuk membentuknya jadi anak baik memang bukan hal yang mudah. Setiap kata yang Anda ucapkan akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Dan pastikan Anda tidak mengatakan hal yang merusaknya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *