Wahai Para Suami, Inilah Alasan Kenapa Kalian Tidak Boleh Menyakiti Hati Istri

Istri Sangat Kesusahan Saat Mengandung Anak-anakmu

Menjadi seorang suami, berarti siap menjadi seorang Imam atau Pemimpin dalam keluarga. Yang tak hanya akan menjadi tulang punggung namun juga harus siap menjadi pendidik dan pembimbing bagi istri dan anak-anak. Tugas suami juga tak hanya berhenti pada soal nafkah menafkahi saja. Tapi juga siap untuk mengiringi langkah istri dan anak-anak untuk menjadi hamba-hamba Allah yang jauh lebih baik dari hari ke hari, agar kelak dapat dikumpulkan bersama dalam syurgaNya.

Namun kenyataannya, masih banyak sosok-sosok suami di luar sana yang belum mengerti benar hakikat dan tugas suami dalam Islam. Mereka hanya terpaku pada tugasnya yang menafkahi dan malah justru menuntut untuk terus dilayani istri. Istri mereka anggap sebagai makmum,  maka harus patuh apapun kemauan mereka tanpa mereka mau mendengarkan atau memberikan hak istri yang sesungguhnya.

Nah, bagi kalian para suami atau calon suami yang tak ingin menjadi sosok Imam keluarga yang durhaka, tolong jangan pernah lukai hati isterimu karena inilah beberapa alasannya.

1. Istri Rela Meninggalkan Orang tuanya Demi Mendampingimu

Tahukah kamu, bagaimana perasaan seorang anak gadis yang belum bisa memberikan bakti sepenuhnya kepada kedua orangtua yang telah mengasuhnya sejak dalam kandungan hingga dewasa, kemudian harus meninggalkan mereka demi mendampingimu? Ya, kamu adalah lelaki asing yang telah dia pilih untuk dia cintai sampai ajalnya tiba. Dia telah memilihmu dan ikhlas ikut hidup bersamamu dalam keadaanmu yang bagaimanapun. Dia yang diberikan fasilitas enak oleh orangtuanya sejak kecil hingga dewasa, kemudian rela kamu ajak hidup susah merintis semuanya dari awal pernikahan.

Istri Rela Meninggalkan Orang tuanya Demi Mendampingimu
Istri Rela Meninggalkan Orang tuanya Demi Mendampingimu. [image source]

Lalu apakah kamu akan tega menyakiti hatinya? Apalagi di saat kamu sudah merasa sukses dan kamu bisa semena-mena terhadapnya kemudian? Para suami, jika kamu hendak menyakiti hatinya, pertama ingatlah hal ini baik-baik. Dialah wanita yang begitu setia kepadamu sejak awal menikah dulu.

2. Istri Sangat Kesusahan Saat Mengandung Anak-anakmu

Kemudian istrimu hamil, dan dia mungkin berubah sedikit manja, agak temperamental, dan sensitif. Namun bukan berarti kamu bisa semena-mena menyakitinya secara fisik maupun bentakan kasarmu. Didiklah istrimu dengan lembut dan arahkan dia agar tidak menjadi pribadi yang sensitif dan temperamental karena kondisi. Ajak mendekat lebih kepada Allah agar segala kesakitan yang dia rasa bisa terobati perlahan.

Istri Sangat Kesusahan Saat Mengandung Anak-anakmu
Istri Sangat Kesusahan Saat Mengandung Anak-anakmu. [image source]

Asalkan kamu tahu, mengandung itu sangat melelahkan. Sehingga berikanlah waktumu lebih untuk prioritas istri dan anakmu dalam kandungannya. Kesakitan berlipat-lipat juga akan dia rasakan saat melahirkan nanti. Sehingga dengan semua hal tersebut, masihkah kalian para suami tega menyakiti hatinya?

3. Istri Rela Bekerja 24 Jam Tanpa Henti sebagai Ibu Rumah Tangga

Walau kamu memberikan fasilitas pembantu rumah tangga atau pengasuh bayi, hakikat istri sebagai Ibu tak akan pernah bisa tergantikan. Sesibuk apapun istrimu, dia yang paling bisa menjaga anak-anakmu dalam kasih sayangnya. Saat kamu dan anak-anak sudah tidur dengan nyaman, dia baru bisa meletakkan badannya di kasur untuk istirahat. Walau sebentar kemudian saat anak-anak menangis dia akan terbangun pertama kali dan memberikan kenyamanan pada mereka.

Istri Rela Bekerja 24 Jam Tanpa Henti sebagai Ibu Rumah Tangga
Istri Rela Bekerja 24 Jam Tanpa Henti sebagai Ibu Rumah Tangga. [image source]

Apakah pembantu dan pengasuh anak bisa menggantikannya? Tidak bisa sama sekali! Istrimu telah rela bekerja 24 jam setiap hari tanpa berhenti, mengurus keperluanmu dan anak-anak, yang akan merawatmu dan anak-anak saat kalian sakit. Semua dia lakukan karena dia ingin memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Dengan apa yang telah dia lakukan, maka jangan sekali-kali kalian para suami tega menyakiti hatinya, bahkan fisiknya, hanya karena amarah sesaat akibat godaan setan.

4. Istri Tetap Setia Bersamamu, Walau Ragamu Sudah Menua

Ketika anak-anakmu kelak sudah dewasa, mereka pergi merantau atau menikah dengan kekasih hatinya. Kemudian saudara-saudarimu juga jauh dan orangtuamu telah pergi semua menghadap Allah. Siapa yang akan duduk setia di sampingmu?

Istri Tetap Setia Bersamamu, Walau Ragamu Sudah Menua
Istri Tetap Setia Bersamamu, Walau Ragamu Sudah Menua. [image source]

Ya, dialah istrimu! Yang tak peduli walau badan kekarmu telah berubah menjadi bungkuk, atau rambut hitam lebatmu berubah putih dan rontok, atau kulit mulusmu yang telah mengeriput, dan gigi indahmu yang mulai tanggal satu demi satu.

Lalu dengan semua kesetiaan yang telah dia beri padamu, masihkah ingin kamu menyakiti hatinya? Dialah bidadari dunia dan syurgamu, dia amanah yang Allah titipkan untuk kau jaga dan kau bimbing hingga syurga kelak. Rawat dan jaga dia. Seperti kau merawat dan menjaga dirimu sendiri.